Membangun Harga Diri Umat Inspirasi dan Keteladanan Gubernur Harun Zain

Membangun Harga Diri Umat Inspirasi dan Keteladanan Gubernur Harun Zain
Oleh M. Fuad Nasar - Wakil Sekretaris Baznas

Setiap daerah di nusantara me miliki gubernur legendaris dan pejuang paripurna yang dikenang jasa-jasanya karena bernilai luar biasa. DKI Jakarta memiliki Gubernur Ali Sadikin. Jawa Timur memiliki Gubernur Mohammad Noor. Adapun Sumatera Barat yang melahirkan sekian banyak pejuang dan tokoh nasional di awal kemerdekaan memiliki Gubernur Harun Zain. Nama lengkapnya Prof. Drs. H. Sutan Harun Al-Rasyid Zain. Ia bukan sekadar gubernur, tetapi pemimpin inspiratif dan pembangkit harga diri umat Islam.

Pada awal menjabat, Harun Zain mengunjungi pemimpin Islam dan pejuang bangsa Mohammad Natsir di Jakarta. Pak Natsir memberi nasihat kepada Harun Zain, “Pandai-pandailah merangkuh dayung. “ Harun Zain melakukan revitalisasi peran ninik mamak dan alim ulama sebagai pemimpin informal yang sangat besar pengaruhnya di masyarakat.

Doa Sumarak Padang Cara Bersahabat Dengan Alam

Oiii japuik lah rasaki oi (Jemputlah Rezeki yang kami bawa). Oi Inyiak Rajinah dan Datuak Rajo Gagau/ Penghuni Rimba.
Demikian sepenggal seruan Syafrizal Sutan Mangkuto, seorang pawing yang didaulat berkomunikasi dengan penghuni belantara Jorong Padang Langgo, Nagari Tanjung Barulak, sebelum waktu salat Jumat beberapa waktu lalu di bulan Maulid.

Dengan selimut tebal siang itu Syafrizal berseru di atas sebuah pohon di bukit Aur Diri. Sebelum berseru sesajen di delapan mangkuk diletakkan di ranting kayu. Di pucuk pohon ditancapkan kain beraksarakan bacaan doa. Berkali-kali Syafrizal berseru. Suaranya menggelar bergema di lembah-lembah yang diolah menjadi ladang. Lontaran suara basa-basi yang mengagendakan silaturahim berlangsung sekitar 5 menit, sebelum diakhiri dengan doa yang dipanjatkan ke hadirat Allah SWT.